Jumat, 07 Juni 2013

Konfigurasi IP dan Tabel Routing serta Implementasi pada UML Menggunakan Algoritma CIDR

Berikut topologi yang diberikan:
Topologi Default
Pertama yang harus dilakukan adalah membagi topologi yang ada agar memiliki beberapa subnet kecil. Syarat pembagian subnet ini adalah dalam satu subnet kecil tidak boleh terdapat router. Sehingga antara ethernet router satu dengan ethernet router yang lainnya dihubungkan oleh sebuah subnet. Subnet-subnet kecil akan ditunjukkan dengan daerah-daerah yang dibatasi dengan garis berwarna hijau di bawah ini.
Topologi Default (1)
Pembagian berdasarkan abjad:
Topologi Default(5)
Untuk melakukan subnetting, kita harus tahu berapa kebutuhan alamat IP tiap-tiap subnet. Misalnya sutos memiliki 150 host, maka dia otomatis butuh 150 alamat IP untuk masing-masing host, 2 alamat IP untuk network ID dan broadcast ID, serta 1 alamat IP untuk kaki router balai_kota yang masuk subnet A. Dengan demikian subnet A butuh 153 alamat IP. Seharusnya kita bisa mengalokasikan hanya 153 alamat IP untuk subnet A, namun agar memudahkan penghitungan alamat IP maka kita alokasikan jumlah IP sebanyak 2^x untuk masing-masing subnet. Syarat berikutnya adalah 2^x harus lebih dari/sama dengan jumlah alamat IP yang dibutuhkan. Dengan demikian kita perlu mengalokasikan 256 atau 2^8 alamat IP untuk subnet A. Karena normalnya /0 adalah 2^32 alamat IP, maka kita cukup menuliskan /(32-8) atau /24 untuk subnet A.

Pembagian subnet berdasarkan alokasi jumlah alamat IP:

  • A: Butuh 153 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 256 alamat IP(/24)
  • B: Butuh 25 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 32 alamat IP(/27)
  • C: Butuh 63 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 64 alamat IP(/26)
  • D: Butuh 4 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 4 alamat IP(/30)
  • E: Butuh 4 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 4 alamat IP(/30)
  • F: Butuh 4 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 4 alamat IP(/30)
  • G: Butuh 28 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 32 alamat IP(/27)
  • H: Butuh 4 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 4 alamat IP(/30)
  • I: Butuh 4 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 4 alamat IP(/30)
  • J: Butuh 4 alamat IP, sehingga perlu dialokasikan 4 alamat IP(/30)
  • AB: Gabungan antara /24 dengan /27, sehingga /(24-1) = /23
  • ABC: Gabungan antara /23 dengan /26, sehingga /(23-1) = /22
  • ABCD: Gabungan antara /22 dengan /30, sehingga /(22-1) = /21
  • ABCDE: Gabungan antara /21 dengan /30, sehingga /(21-1) = /20
  • FG: Gabungan antara /30 dengan /27, sehingga /(27-1) = /26
  • HI: Gabungan antara /30 dengan /30, sehingga /(30-1) = /29 (DMZ)
  • HIJ: Tidak perlu digabung karena H dan I memiliki alokasi IP DMZ sendiri sebagai IP Public agar dapat diakses dari luar.
  • ABCDEFG: Gabungan antara /20 dengan /26, sehingga /(20-1) = /19
  • ABCDEFGHIJ: Gabungan antara /19 dengan /30, sehingga /(19-1) = /18

Pembagian IP(CIDR) adalah sebagai berikut:

  • ABCDEFGJ(/18): x.y.0.0 - x.y.63.255
  • ABCDEFG(/19): x.y.0.0 - x.y.31.255
  • ABCDE(/20): x.y.0.0 - x.y.15.255
  • ABCD(/21): x.y.0.0 - x.y.7.255
  • ABC(/22): x.y.0.0 - x.y.3.255
  • AB(/23): x.y.0.0 - x.y.1.255
  • J(/30): x.y.32.0 - x.y.32.3
  • FG(/26): x.y.16.0 - x.y.16.63
  • E(/30): x.y.8.0 - x.y.8.3
  • G(/27): x.y.16.0 - x.y.16.31
  • F(/30): x.y.16.32 - x.y.16.35
  • D(/30): x.y.4.0 - x.y.4.3
  • C(/26): x.y.2.0 - x.y.2.63
  • B(/27): x.y.1.0 - x.y.1.31
  • A(/24): x.y.0.0 - x.y.0.255

Pembagian IP di Host dan Router:

  • sutos: 172.16.0.1 (150 host diwakili 1 host)
  • balai_kota:
    • eth0: 172.16.1.30
    • eth1: 172.16.0.254
  • kebun_bibit: 172.16.1.1 (20 host diwakili 1 host)
  • siola:
    • eth0: 172.16.4.1
    • eth1: 172.16.2.62
    • eth2: 172.16.1.29
  • plaza_surabaya: 172.16.2.1 (60 host diwakili 1 host)
  • monkasel:
    • eth0: 172.16.8.1
    • eth1: 172.16.4.2
  • taman_bungkul: 172.16.16.1 (25 host diwakili 1 host)
  • stasiun_gubeng:
    • eth0: 172.16.16.33
    • eth1: 172.16.16.30
  • tp(DMZ): 10.151.71.113/30
  • gm(DMZ): 10.151.71.115/30
  • ampel:
    • eth0: 172.16.32.1
    • eth1: 10.151.71.114/30
    • eth2: 10.151.71.116/30
  • tugu_pahlawan:
    • eth0: 10.151.70.58 (satu subnet dengan IP tuntap)
    • eth1: 172.16.32.2
    • eth2: 172.16.8.2
    • eth3: 172.16.16.34

Cara mengatur routing table pada masing-masing router di UML adalah dengan memasukkan network ID subnet-subnet yang ada di bawah router tersebut dan menuliskan alamat IP next hop yang harus dilalui untuk menuju subnet yang diinginkan. Syntaxnya adalah "up ip route add <network ID/subnet> via <next hop>" dan dituliskan di "etc/network/interface" pada bagian ethernet yang dilalui sebagai jalan keluar dari router tersebut. Tambahkan semua subnet di bawah router yang akan diatur tabel routing-nya kecuali yang bersebelahan/menempel dengan router tersebut. Dengan cara ini maka tiap router akan mengenali semua network ID dari subnet-subnet yang ada di bawahnya. Jangan lupa juga menuliskan alamat IP yang dijadikan sebagai gateway router itu agar dia mengirimkan paket ke alamat gateway ketika dia tidak menemukan alamat IP yang dituju.
Berikut ini kutipan gambar hasil pengaturan alamat IP beserta tabel routing pada UML(router dan host).
tugu_pahlawan

ampel

tp

gm

stasiun_gubeng

taman_bungkul

monkasel

siola

plaza_surabaya

kebun_bibit

balai_kota

sutos

Kemudian pada masing-masing router, jalankan perintah "nano /etc/sysctl.conf". Cari baris yang sesuai kutipan gambar berikut ini.
sysctl.conf(1)
Lalu uncomment baris tersebut agar router dapat meneruskan paket.
sysctl.conf(2)
Lakukan perintah ip forwarding di atas pada setiap router yang ada.
Untuk memeriksa apakah router sudah dapat meneruskan paket, lakukan perintah seperti kutipan gambar berikut.
sysctl -p
Jika UML menampilkan report seperti di atas, maka seharusnya router tersebut sudah dapat meneruskan paket.

Setelah semua konfigurasi di atas kita lakukan, jalankan perintah "service network restart" pada seluruh router dan host. Dengan ini, masing-masing host dan router sudah bisa mengirim dan menerima paket satu sama lain. Untuk mengetes, lakukan perintah "ping <alamat IP yang dituju>".

Agar host pada topologi ini dapat mengirim paket ke server lokal lain, kita perlu melakukan konfigurasi tambahan pada router yang terhubung dengan tuntap, yaitu tugu_pahlawan. Lakukan perintah "nano /etc/rc.local" pada jendela tugu_pahlawan. Tambahkan konfigurasi seperti berikut ini.
rc.local
Konfigurasi ini akan membuat router tugu_pahlawan dapat melakukan request ke gateway supaya terkoneksi dengan internet luar. Untuk lebih jelasnya lagi silakan cari referensi tentang fungsi-fungsi iptables di internet.
Setelah melakukan konfigurasi di atas, jalankan perintah "reboot" di tugu_pahlawan maka seluruh host yang ada di topologi ini sudah dapat melakukan ping ke alamat IP luar atau server lokal lain di luar topologi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar